Kisah Nyata Penderita Hyperhidrosis Indonesia : Gagal Tes CPNS Kemenkeu Karena Keringat di Tangan

Kisah Nyata Penderita Hyperhidrosis Indonesia : Gagal Tes CPNS Kemenkeu Karena Keringat Di Tangan. Tulisan ini masuk keredaksi IHHC beberapa tahun yang lalu, namun masih relevan dengan kehidupan kita sebagai penderita hyperhidrosis di Indonesia.

Akun instagram resmi IHHC.

Wulanda, seorang Kawan penderita hyperhidrosis mengirimkan sebuah pengakuan dan kisah nyata tentang gagalnya Tes CPNS – Calon Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena keringat ditangannya.

Statistik menunjukkan bahwa nilai yang di raih Wulanda seharusnya membuatnya termasuk kandidat paling kuat karena nilai yang di atas rata-rata.

Jadikan sebagai bahan renungan dan juga motivasi bahwa kondisi hyperhidrosis tidak boleh di anggap remeh karena ternyata sangat berkaitan erat dengan masa depan dan pekerjaan yang kita dambakan.

“Berikut tulisan Wulanda:”

Dan akhir dari sebuah perjalanan Tes CPNS Kemenkeu saya adalah Hiperhidrosis. Iya lebih tepatnya Hiperhidrosis Palmar yang saya alami.

Suatu kondisi di mana sudah saya alami dari kecil mungkin sejak lahir. Berkeringat di telapak tangan, saya masih ingat setiap ujian saat sekolah apalagi yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) saya selalu membawa tisu dan sapu tangan. Menurut saya itu bukan hambatan karena memang saya yakin saya tidak sendiri di dunia yang mengalami hal demikian.

Adakah teman-teman lain yang mengalami hal yang sama dengan saya?

Sampai detik ini saya tidak menganggap hal itu adalah kekurangan saya atau bisa dikatakan kecacatan fisik karena tidak terlalu berpengaruh di kehidupan saya. Buktinya sampai saat ini saya masih bisa melanjutkan pendidikan saya di S2.

3 Jam lalu saya baru sadar kalau hal tersebut ternyata berdampak bagi masa depan saya. Ketika para penyandang cacat (difabel) diberikan hak yang sama karena dalam syarat mendaftar tes CPNS Kemenkeu tidak ada larangan cacat fisik untuk mendaftar hanya beberapa formasi saja yang ada syarat tidak boleh cacat fisik seperti Juru Mudi (Pelayaran), Kelasi Kapal, Operator X-Ray. Justru Hiperhidrosis Palmar menjadi bukti jika memang tetap ada tembok penghalang yang cukup tinggi dalam sebuah persamaan hak khususnya untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

Percuma saja punya kemampuan intelektual dan kecerdasan emosional dalam hal ini sudah saya buktikan dalam Tes TKD dan tes TKB (tes psikologi dalam hal ini) yang di atas rata-rata tidak akan menjadi pertimbangan hanya karena Hiperhidrosis Palmar yang saya alami sejak kecil.

Hiperhidrosis Palmar akan mengikuti seluruh perjalanan hidup saya sampai saya tutup usia, dan itu berarti sampai saya tutup usia saya akan tidak dapat menjadi CPNS Kemenkeu, sebuah kenyataan yang harus diterima. Selamat malam…x)

Berikut tanggapan Naz. Pelajaran apa yang bisa kita dapat dari tulisan Wulanda di atas?

1. Kondisi hyperhidrosis adalah kondisi kesehatan yang harus ditanggapi secara serius

Sangatlah penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan diperkuat dengan tes kesehatan di laboratorium untuk memastikan apakah ada penyakit lain di tubuh kita yang memicu hyperhidrosis.

Lalu produk dan terapi apa yang telah terbukti efektif membantu mengeringkan kondisi keringat berlebih para penderita hyperhidrosis bawaan lahir?

Yang paling efektif dan telah terbukti adalah terapi dengan mesin Iontophoresis. Harga mesin Ionto adalah yang paling murah jika dibandingkan dengan tindakan medis yang memiliki efek positif yang sama, yaitu suntikan Botox dan operasi ETS.

2. Sebelum Tes CPNS diumumkan, Wulanda tidaklah menganggap hyperhidrosis sebagai suatu kelemahan apalagi cacat fisik.

Tanggapan Naz: Secara jujur, hyperhidrosis adalah kelemahan. Bagaimana tidak, bagi penderita bawaan lahir, keringat di produksi secara berlebihan.

Hampir di setiap kesempatan, kita selalu basah. Jika tidak disikapi dengan benar, kondisi fisik ini bisa membawa kita kepada kondisi kejiwaan, minimal stress dan depresi.

3. Wulanda sedang menjalani pendidikan S2

Tanggapan Naz: Perkuatlah keilmuan untuk bidang pekerjaan atau usaha yang engkau dambakan, Kawan.

Cari kekuatan atau skill yang telah engkau miliki dan perkuat serta kembangkan agar ketika kesempatan pekerjaan dambaan datang mengetuk pintumu, engkau telah siap.

Hyperhidrosis telah terlanjur ada di tubuh kita, tak perlu disesali karena tidak akan pernah menyelesaikan masalah, malah sebaliknya menambah berat beban hidup kita.

Jadikan hyperhidrosis sebagai motivasi agar kita bisa maju dan sukses baik di dunia dan in syaa ALLAH sukses di akhirat, aamiin.

4. Setelah pengumuman Tes CPNS, Wulanda merasa bahwa hyperhidrosis menjadi penghambat masa depan dan menjadi tembok penghalang yang tinggi untuk mendapatkan pekerjaan.

Tanggapan Naz: Wajar, normal dan sangat manusiawi ketika manusia dihadapkan pada satu tantangan (atau kesulitan), manusia akan merasa bahwa hidup tidaklah adil dan seakan segala kesempatan telah tertutup.

Apa yang dikatakan para orang tua dahulu tentang jangan pernah menyerah dan terus berusaha, adalah benar adanya.

Bukti sejarah telah membuktikan bahwa banyak dari para orang sukses dan kaya, yang di awal karirnya tidaklah semulus yang kita pikirkan.

Bertahun-tahun lamanya mereka berjibaku dan hampir-hampir menyerah pada keadaan, namun dengan terus berusaha, akhirnya mereka pun mendapatkan kesuksesan.

Begitu juga dengan kita para penderita hyperhidrosis, kesuksesan akan datang hanya dengan mental pemenang dan pantang mundur dari segala tantangan dan kesulitan.

5. Wulanda merasa bahwa percuma saja memiliki kemampuan intelektual dan kecerdasan emosional karena toh di akhir cerita, penderita hyperhidrosis akan tetap kalah.

Tanggapan Naz: Naz tidak setuju dengan pernyataan Wulanda yang satu ini. Hanya karena satu kali mencoba dan gagal, tidaklah menjadi jaminan bahwa kita akan kalah selamanya.

Kesuksesan buat Wulanda tidak sesempit menjadi PNS di Kemenkeu! Satu pintu tertutup, ada banyak pintu kesuksesan lain yang menunggumu! Itu pasti!

Jika keilmuan dan kemampuan diri telah engkau miliki, inilah saatnya mengejar kondisi kering signifikan! Hubungi IHHC yang telah mengeringkan Indonesia dari hyperhidrosis sejak 2009. Klinik ERHA telah beberapa kali merujuk pasiennya yang gagal kering dengan suntikan Botox. Alhamdulillah, mereka datang dan terapi Ionto di IHHC dan kering.

Tetap semangat dan kejar terus kondisi keringmu, Kawan.

#indonesia #hyperhidrosis #keringat #cpns

Apa kabar penderita hyperhidrosis Indonesia? Mau pesan apa?

1. Teh Sage:
a. 100 gram Rp140.000 (buat 50 hari)
b. 200 gram Rp 270.000 (buat 100 hari)
c. 300 gram Rp 400.000 (buat 150 hari)
d. 500 gram Rp 660.000 (buat 250 hari)

2. Antiperspirant khusus ketiak merk Maxim Roll-On Rp320.000

3. Antiperspirant seluruh tubuh:
a. Maxim Dabomatic Rp380.000
b. Odaban Spray Rp380.000

Semua harga di atas belum termasuk ongkir.

WA kami dengan format:
Nama lengkap:
Alamat lengkap dengan kecamatan, nomor rumah dan RT/RW:
Titik keringat:
Nomor hape:
Sebutkan nama + jumlah produk yang anda butuhkan:

In syaa Allah kami segera balas dengan total jumlah yang anda harus transfer ke rekening IHHC.

Terima kasih telah mempercayai produk IHHC sejak 2009.

Pemesanan Produk